Dec
17
2011

LEBAY


Lebay

Kata “lebay” akhir-akhir ini semakin populer. Tidak hanya di kalangan anak muda, tetapi sudah merambah ke golongan berumur, bahkan Kompas sudah tidak menggunakan kata ini dalam tanda kutip. Misalnya dalam sebuah berita yang tertajuk Banyak Yang Lebay Tanggapi “The Age”. Apakah ada yang salah? Menurut saya tidak ada, karena ini adalah salah satu cara menambah kekayaan berbahasa. Hanya saja, kalau langsung dimasukkan ke dalam ragam baku, di sini diskusi bisa dimulai.

Kata “lebay” sendiri bisa multitafsir, karena akarnya tidak jelas. Ada yang mengatakan “akar kata”-nya adalah “lebih”. Karenanya, salah satu tafsir yang paling populer untuk kata “lebay” adalah “berlebihan”. Untuk maksud ini, sebetulnya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI) sudah disediakan kata lain untuk menggambarkannya, yaitu hiperbolis. Kata ini serapan dari kata sifat “hyperbolic” dalam bahasa Inggris yang kata bendanya adalah “hyperbole” (bukan “hyperbola” – dengan “a” – yang mengacu kepada salah satu bentuk geometri). Cuma kata “hiperbolis” tidak terlalu populer.

Kalau diamati, media massa sangat berperan dalam memasyarakatkan sebuah kata. Ketika ada wacana “remunerasi” yang diberitakan, misalnya, banyak orang yang kemudian mencari artinya melalui banyak cara. Paling mudah untuk saat ini adalah Internet. Bahkan tidak jarang media massa mempunyai pilihan kata sendiri yang kadang tidak sesuai dengan KBBI. Kalau kita perhatikan, misalnya, jangan harap menemuka kata “teknik” di Republika, kecuali pada halaman iklan. Republika lebih sedang dengan “tehnik” (dengan “h”) dibandingkan “teknik” (dengan “k”). Kompas selalu menggunakan kata “gim” (sudah dibakukan dalam KBBI) untuk mengacu permainan yang dalam bahasa Inggris disebut dengan “game”, misalnya gim komputer. Media massa lain lebih suka menuliskannya dengan”game”. Di halaman koran kuning, gaya bahasa yang lebih vulgar mungkin mudah ditemukan, yang seringkali pemberitaannya “lebay”. :-)

Apa yang ada di benak pembaca misalnya, jika judul artikel di Kompas diganti dengan Banyak Yang Hiperbolis Tanggapi “The Age”. Saya yakin, kata “hiperbolis” akan menjadi popuper dan orang yang belum mengetahuinya akan mencari artinya. Atau, kita tunggu apakah kata “lebay” akan masuk ke dalam KBBI edisi berikutnya. Atau jangan-jangan pembaca malah menganggap Kompas yang “lebay”

Comments are closed.

AL ALAMAH RUHUL AWIL

AL ALAMAH RUHUL AWIL

Thanks For Visited

Archives